free space

Jumat, 07 Desember 2012

Mitos Penis Yang Bisa Diukur dari Jari Kaki


Mitos yang beredar di masyarakat memang sering menjadi patokan untuk nilai kebenaran ssesuatu hal. Namun namanya juga mitos, pasti tidaklah sesuai kenyataan.
Di sekitar kita banyak sekali beredar mitos mengenai pria, khususnya mengenai tubuhnya. Begitu populernya mitos tersebut, sehingga Anda merasa itulah yang benar. Tanpa Anda sadari, hal ini mempengaruhi penilaian Anda mengenai sosok seorang pria. Namun, namanya juga mitos. Kebanyakan dari hal tersebut tidak sesuai kenyataan. Ingin tahu beberapa di antaranya?


Mitos: Jari kaki yang besar berarti penis juga besar.
Fakta: Pertumbuhan jari kaki, jari tangan, dan penis, dipengaruhi oleh gen yang diturunkan oleh orangtua. Panjang dari kaki pun tidak dapat digunakan untuk memprediksi panjang anggota tubuh yang lain. Hal ini sudah terbukti dalam beberapa studi, yang menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara ukuran kaki pria dengan alat vitalnya. Dalam sebuah studi yang diadakan pada tahun 2002 oleh Jyoti Shah di St. Mary’s Hospital, London, bahkan dilakukan perbandingan antara ukuran kaki dan penis (sebanyak 104 penis diukur pada panjang maksimalnya untuk mengetahui konsistensinya). Hasilnya, tidak ada korelasi yang ditemukan.

Mitos: Jika si dia mencukur rambut atau janggutnya, rambut akan tumbuh lebih lebat dan kasar.
Fakta: Jika itu yang terjadi, menurut Dr. Aaron Carroll dari Indiana University dan penulis Don’t Swallow your Gum: Myths, Half-truths and Outright Lies About Your Body and Health, dokter bisa menemukan obat untuk masalah kebotakan pria dong? “Janggut sebenarnya akan terlihat lebih gelap dan kasar karena belum terekspos matahari. Begitu janggut itu tumbuh, ia akan terlihat sama dengan rambut yang sudah dicukur,” katanya.

Mitos: Cairan semen mengandung banyak kalori.
Fakta: Cairan semen terbuat dari air dan berbagai nutrisi, seperti vitamin C, kalsium, dan magnesium. Selain itu juga terdiri atas gula fruktosa, tetapi hanya sebesar 5-7 kalori dalam sekali keluar, demikian menurut Dr. Rachel Vreeman, kolega Dr. Carroll dari Indiana University.

Mitos: Pria lajang mendapatkan pengalaman seks yang lebih daripada pria menikah.
Fakta: Banyak orang mengatakan, pria menikah hanya akan tertidur lelap di dalam kamarnya, sedangkan pria lajang lah yang akan membuat “panas” kamar tidurnya. Namun dalam studi tahun 2006 yang digelar oleh National Opinion Research Center, terlihat bahwa pria menikah 28-400 persen lebih bahagia daripada para bujangan, tergantung dari usianya. Pria menikah lebih mampu membuat pasangannya mencapai orgasme, dan mereka juga lebih bersedia memberikan dan mendapatkan seks oral yang memuaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ip