free space

Sabtu, 27 Februari 2010

Pengalaman Pisah Raga


Bisa Dilakukan dengan Teknik Khusus

PERNAH tahu cerita silat seperti Bramakumbara atau Monkey King (Journey to the West) yang terkenal itu? Di dalam kisah tersebut disebutkan bahwa salah satu tokohnya bisa melakukan jurus memisahkan roh dirinya dari tubuh. Nah, kemampuan seperti itu, ternyata, bukan hanya isapan jempol. Hal tersebut juga diteliti secara ilmiah. Nama populernya adalah out of body experience.

Kemampuan out of body experience bisa terjadi secara alami atau dilakukan dengan teknik khusus. Pengalaman tersebut dikaji beberapa peneliti yang fokus mempelajari bidang saraf dan otak. Akhirnya, dapat ditemukan sisi teknis untuk melakukan out of body experience.

Salah seorang peneliti yang paling tersohor adalah Robert Monroe. Pada 1958, dia bereksperimen dengan sesuatu yang aneh dan belum dia rasakan sebelumnya. Sebelumnya, Monroe ahli dalam hal "ilmu tidur" alias sleep learning. Jadi, dia menciptakan cara tidur yang nyaman dan begitu bangun langsung fresh.

Saat itu, Monroe mengalami out of body experience sembilan kali dalam enam minggu. Dia menyebutkan bahwa jiwanya keluar dari tubuh. Berdasar fakta tersebut, dia mengkaji cara melepas jiwa. Penelitian itu diabadikan dalam sebuah buku berjudul Journeys out of the body yang diluncurkan pada 1971.

Jika Monroe dikenal dengan bukunya yang memberikan panduan menuju out of body experience, beda lagi Celia Green. Psikolog asal Inggris itu lebih populer dalam mengenalkan Lucid Dream untuk mencapai out of body experience.

Lucid Dream adalah metode memperdalam mimpi. Dalam hal itu, mimpi bisa diatur hingga mampu berimajinasi sampai mengeluarkan roh dari tubuh. Metode tersebut dipublikasikan pada 1968.

Pada tahun yang sama, Green juga menganalisis 400 akun soal out of body experience. Green memublikasikannya dalam bentuk taksonomi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesadaran manusia.

Selain teknis, penelitian dari sudut pandang klinis menyatakan bahwa peristiwa out of body experience merupakan gambaran awal kematian. Argumen tersebut diperkuat Susan Blackmore, psikolog asal Inggris. Dia menyebutkan, peristiwa semacam itu merupakan indikasi pu­tusnya hubungan in­put sensor pada tu­buh dalam kondisi sadar.

Argumen yang ber­kem­bang itu coba di­buktikan Pirn Van Lommel. Dia melakukannya kepada 344 penderita gagal jantung yang bisa diselamatkan. Sebanyak 18 persen mengalami out of body experience. Sang pasien melihat proses penyelamatan yang dilakukan pada dirinya.

Hal tersebut membuktikan bahwa out of body experience bisa dikaitkan dengan proses menjelang kematian. Sebab, saraf input kesadaran sudah terputus. Demikian juga penderita gagal jantung yang bisa dibilang sudah tidak memiliki wilayah kesadaran duniawi. Namun, begitu terselamatkan, jiwa para penderita itu kembali pada raganya

-----

Did U Know

Out of body experience juga dikenal dengan nama astral projection. Banyak cara untuk mewujudkan out of body experience. Yang terbanyak melalui tidur dan mimpi.

o Banyak orang mengatakan bahwa out of body experience adalah pengalaman menjelang kematian. Hal itu kebanyakan terjadi pada pasien dengan penyakit parah. Tidak sedikit orang yang mengalami pisah jiwa dan melihat tubuhnya sendiri sedang dioperasi di kamar bedah.

o Out of body experience dilakukan dengan beragam tujuan. Baik untuk pengobatan dan kesehatan, ilmu pengetahuan, maupun hiburan. Pengalaman pisah raga dan jiwa sangat banyak dikaitkan dengan sesuatu berbau spiritual.

o Monroe Institute menjadi tempat khusus mempelajari hal-hal yang berbau out of body experience. Tempat itu memiliki fasilitas dan suasana yang memadai.

o Robert Monroe menjadi salah seorang yang banyak mempelajari ilmu memisahkan jiwa dan raga, ouf of body experience. Dia meluncurkan beberapa buku dan video tentang cara-cara melakukan pisah raga dan jiwa.

o Olaf Blanke Laboratory of Cognitive Neuroscience juga menjadi tempat selain Monroe Institute yang digunakan untuk meneliti tentang out of body experience. Di tempat ini terdapat 192-channel EEG platform dan Virtual-Reality EEG platform.

o Konon, ide tentang Ouf of Body experience kali pertama didengunkan salah satu jenius dari jaman kuno, Plato. Dia percaya apa yang kita lihat pada kehidupan sehari-hari hanyalah refleksi tentang apa yang dilihat jiwa jika keluar dari tubuh.

o Ada beberapa induksi yang cukup berpengaruh dalam keberhasilan melakukan out of body experience. Yaitu mental induksi, mechanical induksi, dan chemical induksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ip